Sunday, October 21, 2012

0

Dia Membuatku Berlari

Posted in ,

“Di antara cara mengahargai manusia adalah mengakui dan menyadari, bahwa setiap insan memiliki keunikannya masing-masing”.
#NasehatDiri

Dalam dunia teknologi dan perindustrian lainnya. Sangat ramah ditelinga terdengar istilah “product gagal”. Sebutan ini sering saya dengar tatkala membeli handphone baru. Terkadang diskusi bukan pada forumnya dengan teman-teman, sambil menikmati secangkir kopi di kontrakan. Mungkin, bukan hanya saya mendengarnya, tetapi kita juga. Iyakan?

Akan tetapi, sungguh sangat disayangkan. Bila kata-kata produk gagal ini diasosiasikan juga selain untuk alat-alat tehnologi di atas. Seperti, untuk lulusan suatu sekolah atau perguruan tinggi. Dan amat disayangkan, produk gagal, dilabelkan buat anak-anak yang berkebutuhan khsusus. Atau pribadi-pribadi mulia, yang terlahir karena ada kekurangan fisik pada dirinya.

Bukan produk Tuhan yang gagal

Anak berkebutuhan khusus (ABK) bukan produk Tuhan yang gagal, karena sang pencipta tidak gagal” demikian ungkap Pak Ciptono, dalam talk show Kick Andy di Universitas Diponegoro dan yang terbaru ialah waktu mengisi acara PERWIRA #1 MAHAWIRA FKM UNDIP, “Berbagi Tanpa Henti”. Seusai mengucapkan kalimat penuh inspirasi tersebut, dengan nada yang tenang. Salah seorang bertanya “Sebenarnya apa yang Anda maksud bukan produk Tuhan yang gagal?” bertanya dengan suara khasnya, rendah mengalun nan mendatar.

Pak Ciptono menjelaskan “Sebenarnya setiap anak terlahir dengan keistimewaannya masing-masing—setiap dari mereka memiliki kemampuan dan keahliannya tersendiri—dan semua itu bisa diberdayakan”. Pak Ciptono memberi contoh salah seorang siswanya yang hanya mampu memasukkan daging sate ke dalam tusukan. Ada juga yang bisa meraut tusukannya. Oleh sebab itu, beliau menegaskan “Anak berkebutuhan khusus tidak perlu dikasihani, yang dibutuhkan adalah memberi mereka kesempatan”.

Dari Garasi menjadi 3 hektar

Sebelumnya, bagi Anda yang belum mengenal dan mengetahui kiprah pak Ciptono, seorang yang mendapat penghargaan Kick Andy Heroes Award peduli pendidikan. Sedikit saja saya ceritakan siapa sosok beliau ini. Pak Ciptono ini seorang guru di sekolah luar biasa Wantu Wirawan Salatiga. Mulai tahun 2002, beliau merintis sendiri sekolah SLB dengan memanfaatkan ruang balai RW dekat rumahnya. Kemudian pindah ke garasi rumahnya. 

Angkatan pertama, jumlah siswa di SLB Negeri Semarang di bawah asuhan beliau, sebanyak 30 orang siswa dengan 9 guru binaannya. Sekarang, seiring berjalannya waktu, tempat belajar dari garasi rumah kini berubah menjadi area sekolah seluas 3 hektar. Bantuan dana dari pemerintah daerahpun berdatangan. Demikian juga dari para donatur lainnya. Sehingga, kini telah mengasuh sebanyak 500 siswa dengan berbagai macam keunikannya. Tenaga pendidikpun bertambah, dan sebagian di antaranya telah di angkat menjadi PNS.

Pak Ciptono mengakui, ketika tampil di Kick Andy tiga tahun lalu, sekolah luar biasa yang ia rintis dari garasi rumahnya itu masih dalam tahap pembangunan. Namun setelah tampil di Kick Andy, banyak terjadi perubahan. “Dampak setelah tampil di Kick Andy sungguh luar biasa. Banyak masyarakat yang mengapresiasi. Saya banyak mendapat sumbangan dari masyarakat. Salah satunya  adalah sumbangan tanah dari Gubernur Jawa Tengah, Pak Bibit Waluyo” kata Ciptono.

Sekolah percontohan dunia

Pada tema “Berbagi tiada henti” Pak Ciptono menyebutkan, sekolah SLB rintisan beliau, telah menjadi sekolah percontohan. Bukan hanya untuk SLB, tetapi juga sekolah lainnya seperti RSBI yang ada berbagai daerah. Bahkan, beberapa negara mengutus utusannya, untuk belajar konsep sekolah tersebut. Seperti Singapore dan Jerman. Sekolah ini menjadi percontohan karena berhasil mendidik dan mengembangkan potensi dalam jiwa-jiwa anak-anak berkebutuhan khusus. 

Katakan saja seperti Kharisma (Kacamata). Bocah yang disandangi dengan sebutan autis ini, mampu menghafal sebanyak 560 lagu. Keistimewaannya, cukup sekali mendengar, dan langsung bisa mengingat dan mengulangnya kembali. Oleh sebab itu, Kharisma mendapat rekor MURI penghafal lagu terbanyak.

Rahasia Pak Ciptono

Bagi saya pribadi, yang paling mengharukan dan penuh inspirasi. Saat host @kickandyshow bertanya “Apa rahasia pak Ciptono bisa mengembangkan sekolah seperti sekarang ini?” Dengan tegas pak Ciptono menjawab “Keberanian dan dedikasi”. 

Kemudian beliau menambahkan “Hanya keberanian, uang Rp.500.000 hasil gaji saya sulap garasi jadi tempat belajar, kini sudah menjadi 3 hektar, lengkap dengan beberapa fasilitas. Dan itu semua berkat bantuan pihak lain. Namun, keberanian itu menjadi awal sejarahnya. Dan, hanya dedikasibisa mendidik dan menghargai anak-anak bisa mendapatkan potensi dalam diri mereka”.

Selain itu, bagi saya, kisah pak Ciptono menjadi ayat-ayat kauniah dari firman Allah 

Dan katakanlah, bekerjalah kamu maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Mengetahui yang ghaib dan nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
(QS. At Tawbah: 105)

Karena pak Ciptono menceritakan, bahwa beliau tidak pernah bermimpi sekolahnya akan sebesar sekarang. Tetapi, beliau hanya fokus dengan dedikasinya. 

Bukan produk gagal

Kembali, bila kita bercerita tentang produk gagal, maka erat kaitannya dengan hasil atau output dari sebuah proses. Bukan hanya di dunia industri, tapi berbagai hal. Termasuk juga dunia penulisan. Dan saya sanggat senang, dengan bingkai makna Joe Vitale dalam buku nya Hypnotic Writing. “Tidak ada tulisan bagus dan berkualitas, kecuali tulisan yang ditulis kembali (edit)”.

Artinya, semua output (hasil) pada dasarnya memiliki potensi menjadi kualitas terbaik. Tetapi, itu tergantung dari kita sendiri, apakah mau merenovasi atau mengubahnya kembali, atau membiarkan begitu saja. 

Terakhir dari perjalanan ini, jeng jeng jeng jeeeeng, FOTO- FOTOOOO :

Foto Panitia PERWIRA #1 MAHAWIRA FKM UNDIP 


Foto Panitia & Peserta PERWIRA #1 MAHAWIRA FKM UNDIP 

0 komentar: